Pola Makan Vegan dan Dampaknya terhadap Penuaan Biologis

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pola makan vegan berpotensi memperlambat penuaan biologis. Studi ini menunjukkan bahwa setelah delapan minggu mengadopsi pola makan berbasis tumbuhan, peserta mengalami penurunan usia biologis yang tercermin dalam kesehatan jantung, keseimbangan hormon, fungsi hati, serta sistem inflamasi dan metabolisme mereka. Sebaliknya, perubahan ini tidak ditemukan pada kelompok yang tetap mengonsumsi daging, telur, dan susu. Selain itu, peserta yang menjalani diet vegan mengalami penurunan berat badan rata-rata dua kilogram lebih banyak dibandingkan kelompok omnivora, diduga karena konsumsi kalori yang lebih rendah selama empat minggu pertama penelitian.

Para ahli berspekulasi bahwa penurunan berat badan mungkin turut berperan dalam perbedaan usia biologis yang diamati. Namun, mereka juga menekankan bahwa pola makan vegan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi dan tidak selalu cocok untuk semua usia. Penelitian ini melibatkan 21 pasang saudara kembar identik berusia 39 tahun, di mana setengahnya menjalani pola makan vegan dan setengah lainnya tetap dengan pola makan omnivora. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok vegan mengalami perubahan signifikan dalam tingkat metilasi DNA, sebuah proses kimiawi yang dapat digunakan untuk mengukur usia biologis seseorang.

Meskipun demikian, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa penelitian ini belum cukup untuk menyimpulkan hubungan langsung antara pola makan vegan dan penuaan biologis. Faktor lain seperti pengurangan asupan energi dan peningkatan konsumsi sayuran, buah, polong-polongan, serta kacang-kacangan juga dapat berkontribusi terhadap hasil yang diamati. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine dan memberikan wawasan menarik mengenai hubungan antara pola makan, kesehatan, dan penuaan.