Kolak pisang, hidangan manis dengan kuah santan yang lezat, selalu menjadi pilihan utama sebagai takjil saat bulan Ramadan. Kehangatan dan rasa manisnya menjadikannya sajian yang selalu dirindukan untuk berbuka puasa. Tak hanya nikmat, kolak pisang juga memiliki nilai tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Misnawati, seorang warga di Jalan Rawamangun, Pekanbaru, mengungkapkan bahwa setiap tahun ia selalu membuat kolak pisang untuk keluarga. Menurutnya, hidangan ini dapat dikreasikan dengan berbagai bahan lain seperti singkong, labu kuning, dan kolang-kaling, sehingga memberikan variasi rasa dan tekstur yang semakin menggugah selera. Ia juga menambahkan bahwa di keluarganya, kolak pisang sudah menjadi menu andalan berbuka puasa karena mengenyangkan dan mudah dibuat.
Berdasarkan sejarah, kolak pisang berasal dari Jawa dan telah dikenal sejak abad ke-14. Nama “kolak” diyakini berasal dari kata Arab “khalaka” yang berarti “menciptakan” atau “memperbaiki”. Istilah ini mungkin merujuk pada proses pembuatan kolak yang memerlukan kesabaran dan ketelitian agar menghasilkan cita rasa yang sempurna.
Selain rasanya yang nikmat, kolak pisang juga kaya manfaat. Kandungan karbohidrat dalam pisang memberikan energi setelah berpuasa seharian, sementara seratnya membantu melancarkan pencernaan. Oleh karena itu, tak heran jika banyak keluarga di Indonesia menjadikannya menu wajib selama Ramadan. Lebih dari sekadar hidangan takjil, kolak pisang juga menjadi simbol kebersamaan yang mempererat hubungan keluarga saat berbuka puasa.